PERHATIAN!!
Layanan ini hanya MEMPERMUDAH anda dalam pencarian KTI Skripsi karena kami tahu betapa sulitnya mencari data dan menyusun KTI/Skripsi. Dengan memanfaatkan Layanan ini anda bisa menghemat waktu, tenaga dan biaya dalam menyusun tugas akhir.
Anda mungkin tidak akan datang ke blog ini untuk kedua kali, atau sebelum judulnya diajukan oleh teman, jadi manfaatkan pesan sekarang juga.
Jika anda memesan hari ini, sebelum pukul 23.59 WIB dapatkan 10 BONUS untuk menunjang KTI Skripsi anda, KLIK DISINI untuk melihat Bonusnya

Telusuri Skripsi atau KTI yang Anda Cari di Bawah ini :

Hubungan Teknik Menyusui dengan Produksi ASI pada Ibu Post Partum Primipara

KTI SKRIPSI
Hubungan Teknik Menyusui dengan Produksi ASI pada Ibu Post Partum Primipara

ABSTRAK
Teknik menyusui merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi ASI, dimana bila teknik menyusui  tidak baik dapat menyebabkan puting lecet dan ibu menjadi enggan untuk menyusui dan bayi juga jarang menyusu. Bila bayi jarang menyusu karena bayi enggan menyusu akan berakibat kurang baik karena isapan bayi sangat berpengaruh pada rangsangan  produksi ASI selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan teknik menyusui dengan produksi ASI pada ibu post partum primipara  di wilayah kerja puskesmas tahun . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum primigravida dengan usia kehamilan 9 bulan dan primipara yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas pada bulan Mei berjumlah 38 orang. Dengan sampel sejumlah ibu post partum primipara menyusui bayi usia 1 - 42 hari maupun ibu primipara yang tidak menyusui  pada tanggal 26 Juni sampai 3 Juli yaitu berjumlah 38 orang. Teknik sampling yang digunakan  adalah total sampling.  Jenis penelitian ini adalah korelasi yang mengkaji hubungan antara variabel. Sedangkan pengelolaan data menggunakan  coding,  scoring dan data entry. Dan analisa data menggunakan ilmu statistik terapan  dengan uji chi –square dengan signifikan 0,05%.  Hasil penelitian didapatkan teknik menyusui baik berjumlah 19 orang (50%) sedangkan teknik menyusui yang tidak baik 19 orang (50%). Ibu yang memiliki produksi ASI yang lancar berjumlah 13 orang (34,21%), sedangkan yang tidak lancar 25 orang (65,79%). Hasil uji  chi-square P Value (0,04) <0,05% sehingga H0 ditolak, artinya ada hubungan  teknik menyusui dengan produksi ASI pada ibu post partum primipara. Teknik menyusui berpengaruh pada produksi ASI yang berarti bahwa ibu yang memiliki teknik menyusui tidak baik cenderung memperoleh produksi ASI yang tidak lancar. Diharapkan penelitian ini sebagai gambaran yang akan datang untuk bahan kajian penulis berikutnya guna mencapai hasil yang lebih baik.
Kata Kunci : Teknik Menyusui, Produksi ASI, Ibu Post Partum Primipara.

BAB  I
PENDAHULUAN
1.1.    Latar Belakang
Kelahiran bayi merupakan momen yang menggembirakan bagi orang tua manapun. Akan tetapi kesejahteraan janin dan setelah lahir, didasari oleh kasehatan  wanita saat hamil. Nutrisi memainkan peran terpenting bagi pertumbuhan dan perkembangan yang sehat untuk bayi, air susu ibu atau yang kita kenal selama ini dengan ASI merupakan makanan alamiah yang pertama dan paling utama bagi bayi yang lahir, karena ASI dapat memenuhi kebutuhan bayi akan energi dan gizi bayi bahkan selama 4 – 6 bulan pertama kehidupannya, dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal berkat ASI. Selain sebagai sumber energi dan zat gizi, pemberian ASI juga merupakan media untuk menjalin hubungan psikologis antara ibu dan bayinya, hubungan ini akan mengantarkan kasih sayang dan perlindungan ibu kepada bayinya serta memikat kemesraan bayi terhadap ibunya, sehingga dapat terjalin hubungan yang harmonis dengan penuh kasih sayang  (Ramaiyah, Savitri, 2006)
 Namun sebaliknya dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan ibu-ibu yang tidak berhasil menyusui bayinya atau bahkan menghentikan menyusui bayinya lebih dini dengan berbagai alasan. Dari sebuah penelitian didapatkan data bahwa 98 ribu dari 100 ribu ibu-ibu yang mengatakan produksi ASI-nya kurang, padahal sebenarnya mereka mempunyai cukup ASI, tetapi kurang mendapat informasi tentang manajemen laktasi yang benar,  posisi menyusui yang tepat, serta terpengaruh mitos-mitos tentang menyusui, yang umumnya dapat menghambat produksi ASI. Bayi yang kurang mendapatkan ASI atau kurang minum, pada umumnya bukan karena ibunya yang tidak memproduksi ASI sebanyak yang diperlukan oleh bayi, disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya karena posisi menyusui yang tidak benar. Posisi tersebut adalah posisi mulut bayi terhadap puting ibu, bukan posisi bayi terhadap badan ibu.
Berdasarkan hasil penelitian Dian Nur Susanti, 2006 tentang kegagalan dalam menyusui pada ibu post partum primipara yang menyusui bayi berusia 3 hari – 2 bulan terdapat dua faktor pencetus kegagalan tersebut, yang pertama adalah faktor teknik menyusui dimana dari 32 orang ibu post partum primipara terdapat 19 orang  ( 59,38  % ) yang menyusui dengan teknik menyusui buruk, sedangkan 13 orang lagi ( 40, 62 % ) teknik menyusuinya baik. Faktor yang kedua adalah Produksi ASI dimana didapatkan 19 orang  ( 59, 38 % ) produksi ASI nya buruk dan 13 orang lagi ( 40, 62 % ) merupakan produksi ASI yang baik.
Menyusui adalah sesuatu yang alami, dan segala sesuatu yang alami adalah yang terbaik bagi semua orang. Namun, demikian  hal tersebut tidak
selalu mudah dilakukan. Menyusui yang sukses membutuhkan dukungan
baik dari orang yang telah mengalaminya atau dari seseorang yang
profesional, Selain itu  menyusui sangat bermanfaat bagi ibu dan bayi,
besarnya manfaat ASI bahkan telah di kampanyekan oleh UNICEF (United Nations Children’s Fund ) melalui Pekan Menyusui Sedunia atau World Breast Feeding Week yang diselenggarakan setiap tanggal 1 – 7 Agustus. Kampanye itu antara lain mengajak masyarakat di seluruh dunia, terutama kaum ibu untuk memberikan manfaat ASI kepada bayi dan mengenal manfaat pemberian ASI bagi dirinya sendiri ( Martin Leman, 2007 ).
Kesulitan menyusui pada umumnya terjadi pada ibu yang baru pertama kali melahirkan. Disamping merupakan sebuah pengalaman yang baru, ibu juga biasanya canggung  saat menggendong bayinya bahkan panik bila menangis keras karena sesuatu hal. Sebaliknya, bayi yang baru lahirpun harus belajar cara menyusu yang benar, yaitu puting susu dan 90 % areola mamae masuk kedalam mulut dan kemudian lidahnya melakukan gerakan menghisap.
UNICEF memperkirakan bahwa pemberian ASI eksklusif sampai usia    6 bulan dapat mencegah kematian anak berusia dibawah 5 tahun sebesar 1,3 juta. Suatu penelitian di Ghana yang diterbitkan dalam Jurnal Pediatrics juga menunjukkan 16 % kematian bayi dapat dicegah melalui pemberian ASI pada bayi yang dimulai pada hari pertama kelahirannya. Angka ini naik menjadi 22 % jika pemberian ASI dimulai dalam satu jam pertama setelah kelahiran bayi.  Sedangakan di Indonesia kematian bayi baru lahir ( usia di bawah 28 hari ) sekitar 21.000 dapat dicegah melalui pemberian  ASI pada 1 jam setelah bayi baru lahir  (Anton, Baskoro, 2008 ).
Adapun alasan penulis mengambil topik ini menjadi sebuah karya tulis  ilmiah dengan judul “ Hubungan Teknik Menyusui dengan Produksi ASI pada Ibu Post partum Primipara di Wilayah Kerja Puskesmas pada awalnya terinspirasi dari pengalaman  yang pernah penulis lihat, baik di masyarakat maupun di klinik-klinik bersalin saat melakukan Praktek Kerja Lapangan ( PKK)  yaitu pada RB 1 terdapat 19 orang ibu post partum yang baru bersalin, 11 orang diantaranya ibu primipara yang tidak mengetahui teknik menyusui yang baik. Sedangkan RB yang kedua terdapat 25 orang ibu post partum, 9 orang diantaranya juga tidak mengetahui teknik menyusui yang baik serta dari majalah-majalah atau artikel kesehatan  dimana banyak ibu-ibu yang mengeluh tidak dapat menyusukan bayinya karena produksi ASI yang sedikit. Padahal kalau diperhatikan keadaan fisik dan psikologis ibu baik dan struktur payudara ibu secara anatomis juga baik. Namun kenyataannya kegagalan menyusui masih terjadi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya karena teknik menyusui yang kurang tepat

1.2.            Rumusan Masalah Penelitian
Bagaimanakah hubungan teknik menyusui dengan produksi ASI pada ibu postpartum primipara di wilayah kerja puskesmas Tahun?

1.3.            Tujuan Penelitian
1.3.1.      Tujuan umum
Untuk mengetahui hubungan antara tekhnik menyusui dengan produksi ASI pada ibu postpartum primipara di wilayah kerja puskesmas.
1.3.2.      Tujuan khusus
Adapun tujuan khusus dalam penelitian ini adalah :
1.      Untuk menilai pengetahuan ibu tentang teknik menyusui
2.    Untuk mengetahui hubungan teknik menyusui dengan produksi ASI

1.4.            Manfaat Penelitian
1.4.1.      Bagi penulis
Dapat menambah pengetahuan dan pengalaman penulis dalam melakukan penelitian.
1.4.2.      Bagi penulis lain
Dapat dijadikan bahan masukan dan perbandingan bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian dengan topik yang sama.
1.4.3.      Bagi institusi pendidikan
Dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk penelitian selanjutnya bagi mahasiswi D III kebidanan yang akan melakukan penelitian lebih lanjut.
1.4.4.      Bagi ibu menyusui
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi yang berharga bagi ibu khususnya ibu-ibu post partum primipara yang pada akhirnya nanti dapat memberikan ASI nya secara eksklusif.
1.4.5.      Bagi puskesmas
Sebagai bahan masukan dan informasi bagi petugas Puskesmas dalam memberikan penyuluhan pada ibu menyusui khususnya tentang teknik menyusui serta dapat meningkatkan minat ibu menyusui dalam melanjutkan pemberian ASI secara ekslusif.

1.5.            Hipotesis
Pernyataan sementara yang perlu diuji kebenarannya. Pada penelitian ini penulis menggunakan hipotesis kerja, dimana penulis memprediksi tentang peristiwa yang terjadi dan akibatnya.  Hipotesis pada penelitian ini adalah jika teknik menyusui ibu post partum primipara baik maka produk ASI  akan lancar.

silahkan download KTI SKRIPSI
Hubungan Teknik Menyusui dengan Produksi ASI pada Ibu Post Partum Primipara
KLIK DIBAWAH 

BELUM KETEMU JUGA cari lagi DISINI: