PERHATIAN!!
Layanan ini hanya MEMPERMUDAH anda dalam pencarian KTI Skripsi karena kami tahu betapa sulitnya mencari data dan menyusun KTI/Skripsi. Dengan memanfaatkan Layanan ini anda bisa menghemat waktu, tenaga dan biaya dalam menyusun tugas akhir.
Anda mungkin tidak akan datang ke blog ini untuk kedua kali, atau sebelum judulnya diajukan oleh teman, jadi manfaatkan pesan sekarang juga.
Jika anda memesan hari ini, sebelum pukul 23.59 WIB dapatkan 10 BONUS untuk menunjang KTI Skripsi anda, KLIK DISINI untuk melihat Bonusnya

Telusuri Skripsi atau KTI yang Anda Cari di Bawah ini :

Gambaran Pengetahuan Perokok tentang Penyakit Kanker Paru

KTI SKRIPSI
GAMBARAN PENGETAHUAN PEROKOK TENTANG PENYAKIT KANKER PARU
 
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Kanker paru merupakan salah satu penyakit ganas yang semakin makin meningkat di dunia dan biasanya timbul pada usia enam puluhan. Polusi udara, khususnya akibat merokok merupakan faktor penyebab. Orang yang beresiko tinggi adalah semua orang yang merokok lebih dari 20 tahun dan berumur di atas 50 tahun. Jika sudah ada tanda atau gejala dari penyakit ini maka 75% sudah tidak dapat sembuh lagi dan dari penderita yang sudah didiagnosis, ketahanan hidup satu tahun mencapai 20% dan ketahanan hidup lima tahun kurang dari 10% (Hidayat, 2004).
Kebiasaan merokok merupakan perilaku tidak sehat dan dapat menggerogoti paru-paru serta dapat menyebabkan 25 jenis penyakit mematikan, mulai dari kanker paru-paru, serangan jantung, asma, sampai impotensi serta gangguan kehamilan dan janin. Namun anehnya, jumlah diperkirakan akan terus meningkat dari 1,6 milliar perokok dan akan terus meningkat menjadi 1,26 milliar perokok dan menjadi 1,26 milliar perokok tahun 2030.
Dampak merokok adalah kanker paru, jantung, stoke, impoten yang akan memmatikan dan berbahaya bagi kesehatan perokok maupun di sekitar perokok baik pria maupun wanita dan terlebih-lebih bagi janin. Dimana kanker paru itu berasal dari sel-sel di dalam paru-paru tetapi bisa juga dari kanker di bagian tubuh lain yang meyebar ke paru-paru yang disebabkan oleh rokok yang telah dihisap, jumlah penderita kanker paru yang dirawat di RSUP persahabatan meningkat 74% dalam 4 tahun kanker dari 408 psien di tahun 2004 menjadi 709 di tahun 2005 (Dr. Faisal Yenes, 2008).
Banyak peneliti telah membuktikan juga bahwa adanya hubungan merokok dengan penyakit koroner dan stroke, dari 11 juta kematian pertahun di negara industri maju, WHO melaporkan lebih dari setengah (6 juta) disebabkan ganguan sirkulasi darah. Dimana 2,5 juta adalah penyakit jantung koroner dan1,5 juta adalah stroke. Menurut yang dilakukan WHO menunjukkan bahwa WHO itu telah terbukti merupakan dampak yang buruk pada kesehatan seksual yang dapat menimbulkan resiko disfungsi ereksi yang berlanjut ke impotensi terutama pada remaja. Dimana lebih dari 1300 laki-laki perokok dibanding dengan usia yang tidak merokok mengalami disfungsi ereksi dan 8000 pria juga yang berusia 16-59 tahun didapati bahwa pria yang merokok kurang sebungkus sehari akan mengalami resiko peningkatan problem ereksi sebesar 24% (Gades dan Stiven, 2008).
World Health Organization (WHO) telah melaporkan secara statistik antara kebiasaan merokok merupakan faktor yang berpengaruh dalam hubungan terjadinya kanker paru. Jumlah batang yang dihisap setiap hari, dalamnya hisapan, lamanya kebiasaan melibatkan hampir 200.000 pria berusia 50-60 tahun yang diteliti selama 44 bulan didapatkan bahwa angka kematian yang tidak merokok per 100.000 orang adalah 3,4% pria yang tidak merokok, 59,3% pria yang merokok antara 10-20 batang sehari, dan 217,3% diantara mereka yang  merokok 40 batang atau lebih dalam sehari (Elisna, 2000).
WHO di tahun 1996 juga menyatakan bahwa telah dengan berkembang sekitar 50-60% pria yang merokok, sementara perokok wanita hanyalah dibawah 10%, sementara itu di negara-negara maju sekitar 30% pria dan wanita yang punya kebiasaan merokok. Di kalangan pria mulai menyebar luas pada masa perang dunia I antara tahun 1914-1918 dan mencapai puncaknya dipertengahan tahun 1970-an sedangkan kaum wanita-nya mulai merokok sejak masa perang dunia II sekitar tahun 1935 -1945 dan jumlahnya terus meningkat (Aditma, 2004).
America Cancer Society memperkirakan bahwa terdapat 1.500.000 kasus baru dalam tahun 1987 dan 136.000 meninggal Prevalensi Kanker paru di negara maju sangat tinggi, USA di tahun 1993 dilaporkan 173.000 orang dan di Inggris 40.000 orang (Elisna, 2000).
Indonesia menduduki peringkat 4 kanker terbanyak. Di RS Kanker Dhamis Jakarta Tahun 1998 tumor paru menduduki urutan ke-3 sesudah kanker payudara dan leher rahim. Dan sebagian besar kanker paru mengenai pria (65%) life time risk 1 : 13 dan para wanita 1 : 20. Pada pria lebih besar prevalensinya disebabkan faktor merokok yang lebih banyak pada pria. Inseiden puncak kanker paru terjadi antara usia 55-65 tahun.
Berdasarkan data dari RSU pada tahun bahwa yang menderita kanker paru sebanyak 3 orang dan begitu juga data yang didapat di Kelurahan pada tahun bahwa yang menderita kanker paru sebanyak 2 orang. Dan survei Depkes RI tahun 1986 dan 1992 mendapatkan peningkatan kematian juga akibat penyakit jantung dari 9,7% (peringkat ketiga) menjadi 1,6% (peringkat pertama) (G. Sianturi, 2003).
Berdasarkan survei lapangan yang dilakukan di Kelurahan didapatkan data bapak-bapak dan anak-anak remaja yang merokok berjumlah 160 orang, berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk  meneliti tentang “Gambaran Pengetahuan Perokok Tentang Penyakit Kanker Paru di Kelurahan".

B.    Perumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah gambaran pengetahuan perokok tentang penyakit kanker paru di Kelurahan".

C.    Tujuan Penelitian
C.1.    Tujuan Umum
Untuk mengetahui gambaran pengetahuan perokok tentang penyakit kanker paru di Kelurahan  tahun
C.2.    Tujuan Khusus
a.    Untuk mengetahui distribusi pengetahuan perokok tentang penyakit kanker paru di Kelurahan tahun berdasarkan umur.
b.    Untuk mengetahui distribusi pengetahuan perokok tentang penyakit kanker paru di Kelurahan tahun berdasarkan pendidikan.
c.    Untuk mengetahui distribusi pengetahuan perokok tentang penyakit kanker paru di Kelurahan tahun berdasarkan pekerjaan.
d.    Untuk mengetahui distribusi pengetahuan perokok tentang penyakit kanker paru dikelurahan tahun berdsarkan sumber informasi.

D.    Manfaat Penelitian
D.1.    Bagi Peneliti
Sebagai pengalaman baru bagi peneliti dan merupakan informasi bagi peneliti lainnya dengan penelitian yang sama untuk waktu selanjutnya.
D.2.    Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai bahan referensi bagi perpustakaan yang dapat menambah wawasan dan bahan bacaan bagi mahasiswa/i khususnya tentang kanker paru.
D.3.    Bagi Lahan Penelitian
Sebagai bahan informasi bagi warga di Kelurahan tentang gambaran pengetahuan penduduk terhadap penyakit kanker paru dan terlebih-lebih bagi perokok.

silahkan download dalam bentuk dokumen word KTI SKRIPSI
GAMBARAN PENGETAHUAN PEROKOK TENTANG PENYAKIT KANKER PARU

BELUM KETEMU JUGA cari lagi DISINI: