PERHATIAN!!
Layanan ini hanya MEMPERMUDAH anda dalam pencarian KTI Skripsi karena kami tahu betapa sulitnya mencari data dan menyusun KTI/Skripsi. Dengan memanfaatkan Layanan ini anda bisa menghemat waktu, tenaga dan biaya dalam menyusun tugas akhir.
Anda mungkin tidak akan datang ke blog ini untuk kedua kali, atau sebelum judulnya diajukan oleh teman, jadi manfaatkan pesan sekarang juga.
Jika anda memesan hari ini, sebelum pukul 23.59 WIB dapatkan 10 BONUS untuk menunjang KTI Skripsi anda, KLIK DISINI untuk melihat Bonusnya

Telusuri Skripsi atau KTI yang Anda Cari di Bawah ini :

Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Pemantauan Pertumbuhan di Posyandu dengan Pertumbuhan Berat Badan pada Balita Usia 0–60 Bulan di Desa

KTI SKRIPSI
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMANTAUAN PERTUMBUHAN
DI POSYANDU DENGAN PERTUMBUHAN BERAT BADAN
PADA BALITA USIA 0–60 BULAN DI DESA

Masa bayi dan balita bahkan sejak dalam kandungan adalah periode emas karena jika pada masa tersebut pertumbuhan dan perkembangan balita tidak dipantau dengan baik dan mengalami gangguan tidak akan dapat diperbaiki pada periode selanjutnya. Sehingga perlu dilakukan pemantauaan pertumbuhan rutin pada pertumbuhan balita sehingga dapat terdeteksi apabila ada penyimpangan pertumbuhan dan dapat dilakukan penanggulangan sedini mungkin. Pengetahuan ibu tentang pemantaun ibu tentang permasalahan pertumbuhan juga sangat berperan penting dalam pertumbuhan balita, karena dengan pengetahuan ibu dengan baik maka diharapkan pemantauan balita dapat dilakukan dengan baik pula.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang pematuan pertubuhan di posyandu dengan pertubuhan balita dengan usia 0-60 bulan di Desa Wonosari Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah cross sectional dengan populasi semua ibu balita yang mempunyai balita usia 0-60 bulan di Desa Wonosari. Dengan sample semua ibu yang mempunyai balita usia 0-60 bulan.Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling, terdapat dua variable bebas penelitian ini adalah pengetahuan ibu tentang pemantauan pertumbuhan balita di Posyandu. Variabel terikatnya adalah pertubuhan berat badan pada balita 0-60 bulan. Variable diukur dalam waktu bersamaan. Instrumen penelitian ini adalah angket dan timbangan dacin. Data yang diperoleh di tabulasi kemudian dianalisa dengan uji korelasi jenjang yang diungkapkan oleh spearman. Dengan intervel kepercayaan 95%.
Hasil dari penelitian ini di simpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang pemantauan pertumbuhan di posyandu dengan pertubuhan berat badan pada balita usia 0-60 bulan di Desa Wonosari Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.
Kata kunci : pengetahuan, ibu, pemantauan, pertumbuhan,berat badan, balita


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Masa bayi dan balita bahkan sejak dalam kandungan adalah periode emas karena jika pada masa tersebut pertumbuhan dan perkembangan balita tidak dipantau dengan baik dan mengalami gangguan tidak akan dapat diperbaiki pada periode selanjutnya (Thire, John. 2006). Sehingga perlu dilakukan pemantauaan pertumbuhan rutin pada pertumbuhan balita sehingga dapat terdeteksi apabila ada penyimpangan pertumbuhan dan dapat dilakukan penanggulangan sedini mungkin sehingga tidak terjadi gangguan pada proses tumbuh kembang balita. Salah satu tempat pemantauan pertumbuhan balita yaitu di posyandu.
Posyandu merupakan layanan kesehatan masyarakat, yang mempunyai salah satu kegiatan penimbangan balita. Tujuan penimbangan balita tiap bulan yaitu untuk memantau pertumbuhan balita sehingga dapat sedini mungkin diketahui penyimpangan pertumbuhan balita. Akan tetapi saat ini keaktifan ibu dalam memonitoring pertumbuhan anaknya mengalami penurunan. Adanya kasus penyimpangan pertumbuhan balita yaitu kejadian gizi buruk yang bermunculan di seluruh wilayah Indonesia salah satunya diakibatkannya penurunan pemantauan pertumbuhan di posyandu. (Departemen Kesehatan RI. 2007 : VII). Salah satu faktor yang mendorong penurunan pemantauan pertumbuhan balita di posyandu adalah karena ketidak tahuan ibu terhadap manfaat menimbangkan anaknya di posyandu (Poedji, Hastuti. 2007). Oleh sebab itu pemerintah Republik Indonesia menghimbau untuk segera menghidupkan posyandu kembali sampai kedesa, karena posyandu merupakan garda terdepan dalam memonitor pertumbuhan balita (Cessnasari. 2006).
Menurut data Dinas Kesehatan Jawa Timur menyebutkan jumlah posyandu pada tahun 2005 di Jawa Timur sebanyak 43.672 buah dan pada tahun 2006 jumlah posyandu 44.355 buah (Dinas Kesehatan Jawa Timur. 2007). Keberhasilan posyandu tergambar melalui cakupan SKDN dimana (S) merupakan seluruh jumlah balita di wilayah kerja posyandu, (K) jumlah semua balita yang memiliki KMS, (D) balita yang ditimbang, (N) balita yang berat badannya naik. Dari data D/S tergambar baik atau kurangnya peran serta masyarakat dalam penggunaan posyandu (Dinas Kesehatan Jawa Timur. 2004). Pertumbuhan balita yang baik apabila beratnya naik tiap bulan. Menurut data dari Indonesia family life survey atau IFLS menunjukkan keaktifan masyarakat dalam melakukan monitoring perkembangan balita mengalami penurunan dimana terjadi penurunan sebesar 12% terhadap penggunaan posyandu dalam rentang tahun 1997-2007. Dari data Dinas Kesehatan Jawa Timur pada tahun 2006 diperoleh cakupan penimbangan balita (D/S) sebesar 66,36%.Untuk Kabupaten Kediri jumlah D/S pada tahun 2005 sebesar 67,86% (Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. 2005)sedangkan bulan Januari sampai bulan Maret 2009 D/S sebesar 71,70% (Dinas Kesehatan kabupaten Kediri. 2009, Untuk kecamatan Pagu cakupan D/S pada bulan februari sebesar 83,17% dan mengalami penurunan pada bulan Maret 2009 menjadi 76,19% dan untuk desa Wonosari D/S bulan Februari sebesar 72,4% dan untuk bulan maret mengalami penurunan menjadi 57,87%. Hal ini menunjukkan pemanfaatan posyandu oleh masyarakat kurang karena target D/S sebanyak 80%. Untuk kabupaten Kediri jumlah balita yang naik berat badannya (N/D) pada bulan Januari sampai Maret 2009 sebanyak 67,89%(Dinas Kesehatan Kediri. 2009). Untuk kecamatan Pagu jumlah balita yang berat badannya naik (N/D) pada bulan februari 2009 sebesar 74,64% mengalami penurunan pada bulan Maret tahun 2009 menjadi 56,12% dan untuk desa Wonosari N/D pada bulan Februari 2009 sebesar 72,58% mengalami penurunan pada bulan Maret 2009 menjadi 67,08%. Hal ini menunjukkan kurangnya cakupan pertumbuhan balita, karena target N/D sebesar 80%.
Partisipasi masyarakat sangat penting agar posyandu dapat melaksanakan fungsi dasarnya sebagai unit pemantau tumbuh kembang anak, serta menyampaikan pesan kepada ibu sebagai agen pembaharuan dan anggota keluarga yang memiliki bayi dan balita dengan mengupayakan bagaimana memelihara anak secara baik yang mendukung tumbuh kembang anak sesuai potensinya (Kinasih, Sekar. 2006).
Dari uraian di atas tercermin adanya partisipasi masyarakat untuk memanfaatkan posyandu masih kurang. Sehingga saya tertarik untuk mengambil penelitian dengan judul “Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Pemantauan Pertumbuhan di Posyandu dengan Pertumbuhan Berat Badan Pada Balita Usia 0-60 Bulan di Desa Wonosari, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri”.

1.2. Rumusan Masalah
“Adakah hubungan antara pengetahuan ibu tentang pemantauan pertumbuhan di posyandu dengan pertumbuhan berat badan pada balita usia 0- 60 bulan?”.

1.3. Tujuan
1.3.1. Tujuan Umum
Mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang pemantauan pertumbuhan di posyandu dengan pertumbuhan berat badan pada balita usia 0-60 bulan.
1.3.2. Tujuan Khusus
- Mengetahui pengetahuan ibu tentang pemantauan pertumbuhan posyandu.
- Mengetahui pertumbuhan berat badan pada balita usia 0-60 bulan. - Menganalisa hubungan pengetahuan ibu tentang pemantauan
- pertumbuhan di posyandu dengan pertumbuhan berat badan pada
balita usia 0-60 bulan

1.4. Manfaat
1.4.1. Bagi Peneliti
Meningkatkan pemahaman peneliti mengenai hubungan pengetahuan ibu tentang pemantauan pertumbuhan di posyandu dengan pertumbuhan berat badan pada balita usia 0-60 bulan
1.4.2. Bagi Tempat Penelitian
1.4.2.1 Diperoleh data pengetahuan ibu tentang pemantauan pertumbuhan di posyandu dan pertumbuhan berat badan pada balita usia 0-60 bulan di tempat tersebut.
1.4.2.2 Sebagai masukan bagi tempat penelitian supaya dapat memberikan suatu tindak lanjut apabila terjadi masalah dengan pengetahuan ibu tentang pemantauan pertumbuhan di posyandu dan pertumbuhan berat badan pada balita usia 0-60 bulan di tempat tersebut
1.4.3. Bagi Institusi Prodi Kebidanan Kediri
Dapat sebagai bahan masukan bagi institusi Prodi kebidanan Kediri sebagai bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan hubungan pengetahuan ibu tentang pemantauan pertumbuhan di posyandu dan pertumbuhan berat badan pada balita usia 0-60 bulan.

silahkan download KTI SKRIPSI
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMANTAUAN PERTUMBUHAN DI POSYANDU DENGAN PERTUMBUHAN BERAT BADAN PADA BALITA USIA 0–60 BULAN DI DESA
KLIK DIBAWAH 

BELUM KETEMU JUGA cari lagi DISINI: